Pesan Produk Sekarang

Awas, Hujan Asam Guyur Surabaya


SURABAYA (Surabaya Pagi) – Ini patut diwaspadai warga. Sebab, hujan disertai angin kencang yang terjadi sejak Sabtu (23/2) di Surabaya dan sekitarnya, masih akan berlanjut hingga seminggu ke depan. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menemukan kandungan hujan asam atau hujan dengan tingkat keasaman air hujan (pH) di bawah 5 atau bersifat asam.


Cuaca ektrim ini dipicu badai tropis atau Tropical Cyclone (TC) Rusty yang masih bertahan di utara Australia. Karena itu pula, Rabu (27/2) hari ini, Surabaya dan sekitarnya masih akan terjadi hujan. "Badai tropis Rusty satu diantara faktor yang memicu hujan dan angin kencang di Jawa. Surabaya juga terkena imbasnya," kata Arief, Prakirawan BMKG Juanda saat dihubungi, kemarin.


Arief juga mengatakan, potensi hujan yang mengguyur Surabaya ini diprakirakan terjadi pada siang menjelang sore atau malam hari. Hujan akan mengguyur Surabaya bagian selatan terlebih dahulu kemudian disusul wilayah lainnya secara merata.


Sinta Handayani dari BMKG Maritim Perak menambahkan, hujan lebat disertai angin akan terjadi hingga seminggu ke depan. “Cuaca cukup ekstrim di Jawa Timur ini terutama di daerah perairan selatan Indonesia sampai Nusa Tenggara. Tapi Surabaya juga terkena dampaknya,” jelas Sinta dihubungi Surabaya Pagi, tadi malam.


Akibat badai Rusty ini, tinggi gelombang laut bisa mencapai 6 meter. Sedang kecepatan angin dari badai ini bisa sampai 60-70 km per jam. “Namun angin kencang ini diperkirakan akan mulai mereda di dua hari ke depan,” ujarnya.


Yang mengagetkan, kandungan air hujan ini ternyata mengandung keasaman yang membahayakan kesehatan. Menurut BMKG, hujan asam ini mengancam 27 kota di Indonesia. Diantaranya, Surabaya, Malang, Bandung, Bogor, Tangerang, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Denpasar, Banjarmasin, Medan, Bengkulu hingga Timika.


Terjadinya hujan asam di sejumlah kota ini diperkirakan dampak dari pencemaran lingkungan. "Ini ada indikasi ke arah sana maka kita harus waspada jangan sampai itu terjadi," kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, MR Karliansyah, Selasa (26/2).


Air hujan normal biasanya memiliki pH minimal 5,6, sedangkan di kota-kota tesebut air hujannya cenderung memiliki pH 5,40 hingga 4,30 atau bersifat asam."Hujan asam ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan sudah terjadi di negara lain, jadi kita berupaya ini tidak terjadi di Indonesia," tambah dia.


Konsentrasi Nitrogen dioksida (No2), biasanya terjadi akibat polutan dari asap kendaraan, pabrik, dan lain-lain yang di 22 kota seperti Makassar, Balikpapan, dan Samarinda meningkat pada tahun 2012 lalu. Sedangkan konsentrasi Karbonmonoksida (CO), atau gas yang dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon yang bersifat racun terdata cukup tinggi di Surabaya, Jakarta Timur, dan Pekanbaru.


Sebuah studi pada 2012 atas kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan UNEP memperkirakan besarnya biaya kesehatan penduduk Jakarta yang telah dikeluarkan pada 2010 terkait pencemaran udara. Dengan asumsi biaya perawatan minimal hingga maksimal, biaya tersebut berkisar antara Rp697,9 miliar hingga Rp38,5 triliun.


Biaya besar tersebut akibat penyakit yang berkaitan dengan pencemaran udara seperti asma, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), pneunomia, broncopneumonia, dan penyempitan saluran pernafasan/paru kronis. 


Puluhan Rumah Rusak
Hingga pukul 22.00 Wib, Kota Surabaya masih diguyur hujan meski intensitasnya ringan. Hujan di kota pahlawan ini terjadi sejak siang kemarin sekitar pukul 14.00 Wib. Beberapa kawasan seperti di Simo dan Benowo terjadi banjir.



Di Pasuruan dan Probolinggo lebih ekstrim. Angin kencang dan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan, kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, membuat sebuah pohon flamboyan setinggi tiga meter ambruk. Untung tak ada korban jiwa. Namun, pohon tumbang yang melintang di Jl Raya Ranggeh Gondangwetan, memacetkan arus lalu lintas. "Waktu itu memang hujan dan anginnya kencang sekali. Anginnya dari arah utara," ujar tukang bengkel yang berada persis di belakang pohon tumbang itu.


Sementara di Probolinggo, sedikitnya 30 rumah disapu angina kencang di 
Kecamatan Tiris. Warga berhamburan keluar rumah, untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan rumah. "Awalnya hujan gerimis, lalu angin besar, sedikitnya 30 rumah rusak," ujar Kacung, perangkat Desa Tiris. n mzk/ra

sumber:

Koleksi Produk Lainnya :

Posting Komentar

 
Copyright © 2014. BukaBaju Template - Design: Gusti Adnyana